Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia

         Sebuah kualitas dan seberapa kaya suatu negara bukan hanya dilihat dari sumber daya alam dan ekonominya saja sebagai acuan utama, melainkan kualitas sumber daya manusianya yang mencangkup pendidikan, keterampilan, kompetensi keahlian, dan sebagainya. Sumber daya manusia merupakan aset penting yang mesti dikelola oleh negara, terlebih jika negara itu adalah negara berkembang yang ingin menjadi sebuah negara maju karena kualitas sumber daya manusia merupakan pondasi untuk mewujudkan mimpi tersebut. Pendidikan merupakan salah satu dasar bagi negara untuk membuat sumber daya manusia yg berkualitas. Pendidikan yang merata dan berkualitas merupakan jaminan bagi bangsa ini untuk bisa optimis menyongsong masa depan.

Sayangnya, kualitas dan kondisi pendidikan yang ada di Indonesia belumlah merata secara nasional. Banyak sekolah dan anak-anak usia sekolah yang luput dari perhatian pemerintah terutama di daerah pelosok-pelosok karena memang faktor geografis dan kondisi ekonomi menjadi suatu kendala yang amat berarti. Selain itu, kualitas dan kuantitas guru di daerah tersebut juga masih kurang karena untuk menarik minat guru bekerja di daerah pelosok sangatlah susah. Serta masih banyak sarana dan prasarana pendidikan yang masih kurang memadai. Hal tersebut menyebabkan Angka Partisipasi Sekolah tahun 2015 menurut data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah di Provinsi Papua untuk anak usia 7-12 tahun masih di bawah 90%, yakni 81.04%. Sementara untuk provinsi lain sudah di atas 90%. Sementara untuk Presentase Penduduk Buta Huruf belum sepenuhnya Indonesia terbebas dari buta huruf, hal ini terlihat dari data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan angka buta huruf untuk usia 15 tahun keatas masih tinggi, terutama di Indonesia daerah timur.

Hal ini pemerintah sadari untuk bergerak cepat dan bertindak karena pemerintah sudah menyadari pentingnya pendidikan untuk bangsa indonesia, walaupun untuk melihat hasilnya perlu proses dan bertahap. Seperti program Kartu Indonesia Pintar, Bidikmisi, pembangunan sarana dan prasarana mulai diperhatikan, serta bantuan dari berbagai pihak swasta melalui program Corporate Social Responbility nya yang berfokus di bidang pendidikan. Hal tersebut perlahan membuahkan hasil seperti Angka Partisipasi Sekolah yang mengalami kenaikan setiap tahunnya dan Presentase Buta Huruf yang mengalami penurunan setiap tahunnya.

Dengan upaya-upaya yang dilakukan, usaha pemerataan kualitas pendidikan sudah berjalan dan kedepannya diharapkan bukan hanya provinsi di wilayah Indonesia barat saja yang memiliki pendidikan berkualitas, melainkan semua provinsi di wilayah Indonesia memiliki kualitas yang berimbang untuk mewujudkan Indonesia memiliki sumber daya yang berkualitas di setiap kabupaten di semua provinsi Indonesia.

Referensi :

Post a Comment